Rabu, 02 Mei 2012

OLEH-OLEH HARDIKNAS


suatu rangkaian kata-kata simpel dari pahlawan pendidikan kita KI HAJAR DEWANTARA


"ing ngarso… sung tulada,
ing madya.. mangun karso,
tutwuri… andayani
."



ing ngarso… sung tulada, artinya, di depan kita menjadi teladan/contoh. Sudahkan kita bisa menjadi contoh saat kita berada di’depan’? Ketika didepan menjadi orang yang lebih tua terhadap adik2 kita, sudahkah kita memberi teladan buat mereka? kejujuran, dan disiplin waktu (dlm sholat, dsb), adalah contoh2 sikap kecil tauladan.


ing madya.. mangun karso, artinya di tengah ikut serta. Ketika bangsa ini mengalami keterpurukan, baik secara ekonomi maupun dalam jati diri, kita sebagai warga Indonesia ini, apakah termasuk yang mangun karso..! Sudahkah kita memberi kontribusi yang terbaik kepada negara kita kita cintai ini..? atau.. malah hanya bisa mencemooh, menyalahkan yang lain dan atau bahkan ikut termasuk yang memperparah kondisi bangsa ini dg ikut korupsi, malas2an bekerja dan sikap boros..!


tutwuri… andayani, dibelakang memberi dorongan/dukungan. Disaat kita di posisi dibelakang, memberi dorongan kepada yang didepan untuk maju. Sebagai tindakan nyata, sudahkan kita mendorong generasi muda, adik2 kita, anak2 kita, untuk berjuang lebih cepat, maju kedepan, dengan memberikan pengalaman dari kegagalan kita, sehingga mereka tidak menemui kesalahah yang kedua kalinya? Bukannya malah menutup-nutupi kesalahan, melakukan kebohongan2 dan berpura-pura, agar kita seolah2 baik dilihat orang lain.


Jika kita berani kita telisik dari kata-kata atas, sebenarnya makna dari "pendidikan" begitu luas, tidak melulu berhubungan dengan nilai, naik kelas, unas, lulus dll. Tetapi kalau berani kita jujur, bahwa kata-kata di atas mencerminkan betapa pentingya juga karakter. Seorang yang intelektual tapi tak punya karakter maka dia akan tersesat, dan seorang yang berkarakter tetapi tak berintelektual maka dia akan buta. Dan untuk diknas, bagaimana dengan program pendidikan berkarakternya?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar